Diwarnai Isak Tangis, Bupati Siak Soroti Nasib Guru Pedalaman dan Potensi Pemotongan DBH
By Admin
Bupati Kabupaten Siak, Dr. Afni Zulkifli Menangis Saat Kunjungan Ke Rumah Guru
nusakini.com, Bupati Kabupaten Siak, Dr. Afni Zulkifli, melaksanakan agenda inspeksi lapangan untuk memantau infrastruktur pendidikan di kawasan Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) pada Jumat (02/10/2026) malam. Kunjungan kerja strategis ke area terpencil Dusun Mungkal tersebut bertujuan mengevaluasi secara langsung kelayakan fasilitas dasar yang diterima oleh masyarakat pedalaman.
Dalam agenda peninjauan ini, rombongan pemerintah daerah menemukan fakta bahwa tiga keluarga tenaga pengajar terpaksa menghuni satu rumah kayu secara bersamaan. "Astaghfirullah..." sebut Afni saat menyaksikan langsung kondisi memprihatinkan tempat tinggal para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut.
Menindaklanjuti kondisi yang ada, pemerintah setempat langsung memfasilitasi pembangunan rumah yang lebih layak melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta. Langkah taktis ini menjadi solusi cepat dari pemerintah daerah di tengah keterbatasan kas guna mendanai infrastruktur fisik yang krusial.
Keterbatasan anggaran lokal ini diklaim tidak terlepas dari beban utang warisan masa lalu serta adanya wacana penurunan transfer pusat ke daerah. “Bagaimana mungkin sebegitu teganya ada DBH Migas kami dipotong sampai 70 persen tahun depan?” tanya Afni mengkritisi rencana kebijakan dari pusat tersebut.
Kendala operasional rupanya juga dialami oleh para siswa di wilayah tersebut karena belum memiliki fasilitas bus sekolah sehingga harus menempuh perjalanan hampir dua jam. "Ini salah kita, kita belum bisa belikan buku sekolah," ujar pimpinan daerah itu saat mengevaluasi kinerja pemerintahannya terkait pemerataan pendidikan.
Pihak eksekutif daerah juga mencatat bahwa program nasional berupa Makan Bergizi Gratis (MBG) terpantau sama sekali belum menyentuh kawasan 3T ini. “Sudah lama kami sampaikan, bermohon-mohon di setiap kesempatan, tapi entah kapan dapat jawaban,” paparnya menyayangkan lambannya koordinasi dengan Badan Gizi Nasional.
Bupati Siak menegaskan bahwa perjuangan untuk mempertahankan instrumen DBH Migas merupakan langkah mutlak demi menjamin ketersediaan layanan dasar bagi warga pinggiran. "Saya baru jadi Bupati, baru satu tahun, masih banyak rakyat kami yang masih seperti ini," ungkap mantan jurnalis tersebut.
Di sisi lain, proyek pembangunan hunian dari dana hibah perusahaan ini disambut sangat positif oleh barisan pendidik di Dusun Mungkal. “Alhamdulillah, setelah 10 tahun mengabdi, baru sekarang mungkin saya punya rumah,” ujar seorang guru merespons kedatangan program bantuan tersebut. (*)